LEPASKAN penat dan rentangkan jarak dari rutinitas dengan menyantap
yang tak biasa akhir pekan ini. Menu serba panggang yang panas
sepertinya ide bagus untuk dicoba. Apalagi jika petualangan rasa ini
dilanjutkan dengan mencicipi aneka es krim.
Bayangkanlah olahan susu itu perlahan lumer di mulut. Dingin dan
lezat. Duh, mana tahan!
Tetapi, di mana, ya, tempat yang tepat untuk melampiaskan hasrat itu?
Jika sedang berada atau tinggal di sekitar Jakarta Selatan atau
Jakarta Pusat, mungkin bisa mampir ke kompleks pertokoan Permata
Senayan di Jalan Tentara Pelajar, Patal Senayan. Di sini ada Poke
Grill.
Di Poke Grill sekitar 60 persen makanannya dimasak dengan cara dibakar
atau dipanggang langsung di atas api. Penggemar daging merah siap-siap
saja diserbu rayuan olahan daging domba dan sapi. Konsumen dijamin
menemukan kelezatan yang diidamkan. Keindahan dalam penyajian setiap
menu menyejukkan indera penglihatan kita.
Begitu masuk dan duduk di restoran ini, pesanlah makanan yang
diinginkan. Selanjutnya, pramusaji akan menghidangkan Asparagusa Yaki,
akar teratai yang direndam dalam kuah campuran rasa asam, manis, dan
sedikit pedas. Makanan ini berfungsi menetralkan berbagai rasa daging
panggang yang akan disajikan. Cicipi juga Mame Yaki (grilled beans
with special sauce atau kacang panggang dengan saus istimewa).
Tak lama berselang, menu utama datang. Salah satu yang menjadi andalah
adalah Koushi No Ribu (grilled baby back ribs). Daging iga ini dimasak
selama 1,5 jam dengan berbagai bumbu asli Jepang, seperti akamiso
(miso merah), tobanjan (chilli bean sauce), soyu (kecap asin jepang),
dan goma (wijen). Daging iga diangkat, sari daging dimasak kembali
hingga mengental dan selanjutnya dijadikan sebagai bumbu olesan.
Kemudian, dibakar dengan bumbu yang diracik secara khusus dan
disajikan dengan bakaran bawang putih, tomat cherry, daun mitsuba, dan
goma.
Sempatkan pula mencolek Sake Kama Yaki atau kepala salmon panggang. Di
sini juga tersedia sate yang disebut Kushiyaki atau Yakitori. Menu ini
terdiri dari pilihan berbagai jenis daging yang diolesi saus racikan
khusus (asin/manis) dan dipanggang 5-25 menit.
Konsumen dapat memilih ayam dan ikan, seperti Tebasaki (sayap ayam)
dan Maguro Tsukune (tuna).
"Temukan kombinasi unik di restoran kami. Setiap hari kami buka dalam
dua sesi, tutup pukul 15.00 sampai 17.00, dan selanjutnya buka hingga
malam hari," kata Donny Halim, General Manager Poke Group.
Suasana pinggir jalan
Masih penasaran dengan kuliner serba bakar? Saatnya berpetualang di
Gandaria City. Di sini, pemburu makanan dibawa ke tempat nyaris persis
di pinggir jalan. Di kanan kiri jalan berderet tempat makan dengan
tampilan interior ruangan, tata letak meja kursi, hingga dapur yang
menarik.
pelanggan di Restoran Jepang Poke Grill di kompleks pertokoan Permata
Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013).
Suasana serupa dengan pilihan restoran tak kalah menawan, baik dari
kualitas menu maupun keunikan lokasi, juga dijumpai di Grand
Indonesia, Jakarta Pusat. Tak usah bingung mau mampir ke Grand
Indonesia atau Gandaria City dulu, keduanya selalu di sana menunggu
giliran untuk dikunjungi.
Di Gandaria City, sembari melemaskan kaki dan menambah nafsu makan,
berkelilinglah di Mainstreet Dining, Blok UG. Satu per satu, tempat
makan yang menawarkan masakan dengan cara dipanggang terlihat. Ada
Tony Roma's dengan menu steak, ribs, dan seafood yang telah memiliki
penggemar setia di setiap cabang restoran ini di Hongkong, Bangkok,
Singapura, Manila, dan Perth.
Di mal ini, ada juga cabang BillieChick Cake and Resto. Dengan buku
menu tebal, tertulis begitu banyak pilihan makanan ringan dan berat
serta minuman aneka jenis. Namun, salah satu andalan restoran ini
adalah tenderloin steak nan empuk dan lezat. Harganya Rp 150.000 untuk
tenderloin steak dengan daging dari Amerika Serikat dan Rp 100.000
untuk daging dari "Negeri Kangguru", Australia. Beberapa olahan iga
bakar pun sama menggodanya untuk dicicipi.
Karena hasrat akan es krim belum terlampiaskan, jangan sampai lupa
memesan variasi cake atau roti dan es krim. Di BillieChick, perkawinan
cake/roti dan es krim itu terhidang dalam beberapa variasi. Choco
Melted adalah salah satu yang patut dicoba. Muffin cokelat dengan
isian cokelat cair membuat mulut sesaat menahan setiap gigitannya agar
tak segera meluncur ke tenggorokan.
"Enak banget, rasa dark chocolate-nya nendang. Es krimnya segar, manis
asam dengan krim yang sepertinya ada campuran keju," seru seorang
pengunjung.
Es krim
Bicara soal es krim lezat, pasti menyesal jika tak membiarkan lidah
menjelajahi menu-menu yang disuguhkan Roppan. Cabang Roppan yang
mengusung tagline Toast to Happiness pun telah ada di Gandaria City.
Salah satu menu utama di sini yang selalu dicari adalah Honey Toast.
Variannya adalah Matcha-Matcha Honey Toast berupa roti panggang
setebal 10 sentimeter mengandung madu asli dengan tumpukan es krim
kacang merah dan teh hijau.
Gelato Bar di Darmawangsa Square di kawasan Darmawangsa, masih di
Jakarta Selatan, memikat pengunjung dengan cara berbeda. Meskipun
menyediakan makanan berat dan berbagai minuman, nama restoran ini
jelas menggambarkan menu khas yang ditawarkannya, yaitu es krim khas
Italia yang disebut gelato.
Gelato adalah es krim berkadar lemak rendah yang terbuat dari bahan
utama susu tanpa krim. Aneka rasa gelato hasil menambah olahan susu
murni dengan perasa dari buah-buahan asli, kopi, cokelat, dan banyak
lagi.
Cobalah sesuap gelato vanilla dengan waffle renyah dan potongan red
velvet cake. Pasti susah menahan diri dan tumpukan es krim lezat itu
segera tandas. Sajian green tea ice cream berpadu dengan kacang merah
manis dan buah aprikot memberi pengalaman tak kalah indah di mulut.
Enyahkan rasa bersalah karena menyukai es krim. Kini, saatnya santai
sejenak menikmati hidup. (Neli Triana/Pingkan Elita Dundu)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment