Slurp... Melepas Dahaga dengan Es Bun Tin

Ketika dahaga mulai menerjang, es adalah kata kunci pemuasnya. Apalagi
ketika hari sedang panas-panasnya atau usai melakukan aktivitas yang
begitu padat, es seolah menjadi oasis di tengah gurun pasir yang amat
berharga nilainya.

Di sudut Pasar Lama, Tangerang, ada sebuah kios yang menawarkan es
yang begitu nikmat. Tidak hanya itu, hidangan aneka es di kios ini pun
tergolong unik. Hal ini bisa terlihat dari nama menu es dan jus yang
terdengar lucu. Misalnya saja Tompel yang berarti jus tomat campur
apel, Tomjer untuk jus tomat campur jeruk, Putsal sebutan untuk es
putih salju, dan masih banyak lagi.

Kios es bernama Es Bun Tin ini juga memiliki keistimewaan lain. Jika
di warung es lain hanya ada satu jenis gula yang dipakai sebagai sirup
pemanis es, di Es Bun Tin ada sebelas jenis gula dengan rasa yang
berbeda yang bisa dipadupadankan dengan es yang kita pesan.

Ada gula rasa vanili, sirsak, leci, mocca, melon, gula ambon, durian,
cokelat, gula jawa, strawberry, bahkan sampai pada gula rasa kopi.

Kali ini saya memesan dua jenis es dengan dua sirup gula yang berbeda.
Pertama, saya memesan aneka es buah. Untuk sirup gulanya, saya memilih
gula dengan cita rasa cokelat dilengkapi sedikit susu cokelat. Isian
buahnya pun dapat dipilih sesuai selera. Saya pun memilih untuk
memakai semua buah.

Tak perlu menunggu lama, es yang saya pesan sudah siap disantap. Baru
melihat saja, segarnya sudah sampai di tenggorokan. Serutan es yang
masih kasar berwarna cokelat pekat akibat siraman sirup gula cokelat
dengan berbagai macam buah di dasaranya.

Sekali sendok, rasanya benar-benar cokelat. Manis, segar, dan sukses
melepas dahaga dengan sempurna. Belum lagi buah-buah yang ada di
dalamnya seperti nangka, strawberry, kelapa, leci, alpukat, melon, dan
semangka. Semakin menambah kesegaran.

Kedua, saya mencicipi es putsal dengan gula ambon. Putsal merupakan
sebutan untuk es putih salju. Dinamakan putih salju karena sebelum
dipadukan dengan sirup gula, berbagai rasa dan warna, es ini berwarna
putih, bersih seperti tumpukan salju. Isiannya ada mutiara, sari
kelapa, leci, dan bahan-bahan lain yang berwarna putih. Tapi, es
putsal yang dipesan tidak lagi seputih salju manakala sirup gula yang
dipilih adalah gula ambon yang berwarna merah jambu.

Segarnya es berpadu dengan manisnya gula ambon, benar-benar segar.
Ditambah berbagai bahan yang ada di dalam es, menimbulkan sensasi
tersendiri ketika menyantapnya.

Rasa mutiara yang dipakai, berbeda dari rasa mutiara kebanyakan yang
bertektur kenyal. Mutiara yang dipakai di sini bertekstur agak renyah.
Rasanya tentulah lebih enak. Es serut yang disajikan dengan tektur
kasar justru membuat es terasa lebih segar dan bisa tahan lama, tidak
cepat mencair.

Warung Es Bun Tin selalu ramai pengunjung. Tidak jarang orang
jauh-jauh datang khusus untuk melepas dahaga di es Bun Tin ini. Selain
rasa yang enak, sirup gula beragam yang bisa dipilih sesuai selera,
harganya juga cukup terjangkau. Harga es yang ditawarkan mulai dari Rp
6.000 hingga Rp 14.000. Warung es ini terletak di depan Kelenteng Boen
Tek Bio, Pasar Lama, Tangerang, Banten.
Editor : I Made Asdhiana

1 comments:

selimut said...

harganya cukup terjangkau

Post a Comment

Berbagi Cerita Makan

Powered by Blogger.