Pedagang asongan di kereta api

Memang menjadi satu dilema di perkereta apian di indonesia khususnya dalam rangka memperbaiki sistm perkereta apiansalah satunya gerbong kereta api bebas dari asongan dn pengemis.
Setslah beberapa kali naik kereta api dalam 3bln terakhir ini memang dengan tidaknya asongan dan penengemis yang masuk dalam gerbong membuat perjalanan terasa lebih nyaman.. jadi bisa istirahat tanpa harus tiba2 terbangun karena para pedagang asongan yang teriak teriak menawarkan dagangannya..
Namun disisi lain jugamembawa satu masalahyang mungkon tidak di hadapi semua penumpang.. musalnya adalah saat perut rerasa sudah mulai lapar dan minta di isi.. dengan adanya asongan kita bisa membeli maka  dengam harga yang lebih murah di banding dengan membeli makanan di gerbong resto yang harga bisa 3 x lipat dengan harga normal. Sebagai contoh untuk 1 porsi indomie telur saja kita di charg dengan harga 10.000 sedang untuk nasi goreng 15.000..bahkan untuk kelas bisnis dan eksekutif untuknasi goreng di bandrol dengan harga 26.000..
Kalo di liat dari cara penawaran makanan,caranya juga sama seperi asongan. Melintasi setiap gerbong dan menawarkan makanan ke penumpang.gjauh beda dengan dengan asongan kan ? Bedanya yang nawari pake seragam..
Menurut hemat saya penghapusan atau pelarangan asongan dikereta api adalah selain demi kenyamanan penumpang juga di gunakan untuk pihak gerbong restorant agar dagangane laku. Walaupun dengan cara melumpuhkan usaha kecil dari para pengasong. Dari pihak pengasong saya yakin juga todak bisa berbuat banyak selain menuruti apa yang sudah menjadi keputusan dan ketetapan pihak kereta api yang mengatasnamakan kenyamanan penumpang kereta api.
Pendapat anda mungkin lain dengan dengan apa yang saya uraikan.silabkan beri komentarnya.. salam

0 comments:

Post a Comment

Berbagi Cerita Makan

Powered by Blogger.